Tuesday, October 2, 2012

Eksplorasi Gagasan Ilmiah dan Strategi Merumuskan Masalah


Konstruksi gagasan ilmiah adalah fondasi yang kuat dari sebuah tulisan ilmiah. Kualitas ide yang dibangun dari argumentasi logis yang runut akan melahirkan satu karya yang ekstra ordinary. Dalam setiap penulisan apapun, kualitas gagasan menjadi satu investasi yang esensial. Tanpa kualitas ide/gagasan yang sempurna, maka keaslian dan peluang aplikasi tulisan ilmiah akan menjadi kecil. Karena itulah, harus diluangkan waktu untuk melakukan eksplorasi terhadap gagasan kreatif dan menyusunnya menjadi satu bentuk operasional yang rasional.

Gagasan ilmiah merupakan satu gambaran ide kreatif, yang disajikan dalam bentuk operasional dan ilmiah, yang mengandung unsur penemu-kenalan masalah ilmiah, upaya pensolusian masalah, dan upaya transfer gagasan kepada masyrakat sasaran. (Sadra, 2005) Secara etimologis, gagasan memiliki pengertian sebagai hasil pemikiran atau ide. Sedangkan ilmiah adalah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan serta memenuhi syarat ilmu pengetahuan.

Langkah penting dalam penulisan karya ilmiah ataupun penelitian ilmiah adalah dengan melakukan identifikasi masalah ilmiah. Rumusan masalah yang baik akan membawa konsekuensi pada tahapan selanjutnya. Hal ini mengindikasikan bahwa perumusan masalah bukanlah satu prosedural yang tidak berdampak pada keutuhan karya ilmiah, melainkan sebagai satu langkah penting untuk melahirkan karya yang berkualitas dan bermanfaat. Rumusan masalah yang tajam dan terarah akan menuntun penulis untuk mengembangkan kerangka teoritisnya, yang membawa konsekuensi logis pada perumusan hipotesa, identifikasi variabel, pemilihan rancangan/metode dan lain sebagainya. Secara sederhana dapat disebutkan bahwa permasalahan dalam karya ilmiah adalah situasi problematik terhadap kesenjangan realita dan teoritis dan dirumuskan secara operasional sebagai kalimat interogatif mengenai hubungan dua variabel yang belum terjawab dengan teori/penelitian yang sudah ada

Tujuan Eksplorasi Gagasan Ilmiah
Mata rantai satu karya ilmiah diawali dari perumusan masalah. Penulis yang gagal melakukan identifikasi masalah dan perumusan masalah yang superfisial akan membawa penulis pada rancangan pembahasan yang dangkal dan tidak mendalam. Rumusan masalah yang tajam memungkinkan para penulis untuk melakukan identifikasi variabel penulisan yang relevan dan berkesinambungan. Hal ini sangat bermanfaat untuk memilih rancangan penelitian, subjek penelitian, ataupun instrumentasinya.

Rumusan masalah yang baik akan memungkinkan para penulis untuk meramalkan gambaran penelitian/tulisan ilmiah yang disusun sehingga dapat diramalkan gambaran penelitian/tulisan ilmiah yang akan disusun, sehingga dapat diramalkan apakah tulisan/penelitian tersebut dapat dilakukan atau tidak. Hal ini peneting bagi peneliti/penulis muda, karena akan melahirkan antisipasi terhadap segala kendala atau hambatan yang akan dihadapi, misalnya dengan menyusun jadwal dan target penulisan yang dilakukan.

Tujuan lain dari perumusan masalh yang baik adalah dapat memberikan konfirmasi yang memadai terhdap ketepatan judul dan merumuskan tujuan penulisan. Rumusan masalah merupakan gambaran bobot atau orisinalitas suatu tulisan ilmiah.

oleh: I Nyoman Sutarsa

0 komentar:

 

Presented by

Theme by Lasantha | Edited by AW