Monday, April 23, 2012

Referensi, Haruskah Jurnal Ilmiah?

Banyak teman-teman pelajar baik mahasiswa maupun siswa SMA/SMP yang sudah pernah membaca karya tulis di bidang kedokteran memberikan respon yang sangat mengejutkan saat mereka membaca bagian daftar pustaka. Sebagian dari mereka (utamanya pelajar SMP/SMA) terkejut saat melihat jumlah referensi yang digunakan sangat banyak (sekitar 30 atau lebih) dan terlihat tidak familiar (karena sebagian berbahasa inggris dan penulisan tidak sesuai EyD). Melihat situasi ini saya hanya bisa katakan bahwa seperti inilah artikel ilmiah di bidang kesehatan/kedokteran dimana evidence-based merupakan kode etik dari artikel tersebut.

"Essential" salah satu jurnal mahasiswa kedokteran di Indonesia
Mungkin akan muncul pertanyaan “apa yang ditulis di daftar pustaka tadi?” Perlu diketahui bahwa sebagian besar dari referensi yang ditulis dalam daftar pustaka tadi merupakan artikel ilmiah yang diambil dari beberapa jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah? Mungkin kata ini masih belum fasih dikenal oleh masyarakat karena di Indonesia baik cara mencari jurnal, membaca, dan menelaahnya baru diperkenalkan saat jenjang kuliah. Jadi pada kesempatan ini saya akan memperkenalkan apa itu artikel ilmiah (scientific article atau scientific paper) dan jurnal ilmiah (scientific journal).

Tim dari Universitas Linneaus menggambarkan tentang definisi artikel ilmiah, “A scientific article presents research results and is written by researchers and aimed at an academic readership. The article must have been reviewed by experts within the same subject area before publication.” Dari gambaran ini kita bisa katakan bahwa sebuah artikel ilmiah merupakan sebuah presentasi tertulis dari sebuah penelitian atau tinjauan kepustakaan (review) dan karena ditujukan untuk kalangan akademisi maka butuh latihan untuk terbiasa membaca sebuah artikel ilmiah. Sebagian besar artikel ilmiah yang sudah dipublikasi dalam sebuah jurnal bisa menjadi refrensi yang baik karena sebelumnya telah di-review oleh ahlinya.  

Mereka pun membagi artikel ilmiah menjadi 3 jenis yakni original article yakni artikel yang memperlihatkan hasil studi empiris dan untuk pertama kalinya hasil penelitiannya di deskripsikan. Jenis kedua adalah review article yakni sebuah telaah kritis dari studi yang sebelumnya telah dipublikasi, dan  yang terakhir theoritical articles yakni artikel yang bertujuan untuk mencari teori baru dari penelitian saat ini. Dari pengertian ini maka sebuah artikel ilmiah bisa berasal dari hasil telaah beberapa artikel ilmiah sebelumnya.

Jurnal ilmiah merupakan kumpulan artikel ilmiah (sekilas mirip seperti majalah) yang terbit secara periodik. Materi dari artikel ilmiah yang terdapat pada jurnal ilmiah biasanya mengikuti topik yang diangkat dari jurnal tersebut, misalnya Journal of Tropical Disease berisi artikel mengenai penyakit-penyakit tropis, walaupun banyak juga jurnal yang mengangkat tema secara umum. Perlu diketahui bahwa sebelum sebuah artikel di-publish  dalam sebuah jurnal, dilakukan review oleh seorang reviewer untuk menentukan artikel ini layak dipublikasi atau tidak. Jadi kualitas sebuah jurnal sangatlah ditentukan dari kualitas dari artikel yang dimuat serta kualitas reviewernya. Hal ini menunjukkan bahwa pembaca atau penulis harus cermat memilih jurnal mana yang bisa digunakan untuk referensinya nanti.

Mungkin akan muncul pertanyaan, kenapa referensinya harus artikel dari jurnal ilmiah? apakah buku atau koran tidak boleh dipakai sebagai referensi tulisan di bidang kedokteran? Segala hal bisa kita dijadikan referensi selama hal tersebut kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Sebagian besar buku memang bagus untuk dijadikan referensi tetapi dibandingkan jurnal ilmu dalam sebuah buku cetakan biasanya kalah dalam hal update-nya (atau kasarnya kadang ilmu dalam buku tidak diupdate secepat update sebuah jurnal). Bahkan beberapa buku hanya dicetak ulang pada tahun berikutnya tanpa revisi yang signifikan (update ilmu pada buku cetakan biasanya bisa hingga 3-5 tahun sekali).

Selain itu, tim dari Departemen Biologi Universitas George-Manson menyatakan bahwa, “A well-written scientific paper explains the scientist's motivation for doing an experiment, the experimental design and execution, and the meaning of the results. Scientific papers are written in a style that is exceedingly clear and concise. Their purpose is to inform an audience of other scientists about an important issue and to document the particular approach they used to investigate that issue.” Pernyataan inilah yang menyebabkan kenapa artikel ilmiah menjadi referensi wajib untuk membuat artikel  ilmiah di bidang kedokteran menjadi berbobot.

So, dimana kita bisa mendapatkan jurnal/artikel ilmiah? Untuk saat ini orang-orang sangat mudah untuk mengakses jurnal karena banyak artikel yang dipublikasi lewat internet melalui e-journal. Banyak situs menarik baik dari luar negeri seperti (highwire.org, pubmed.com, dan lainnya) dan dalam negeri (jurnal.lipi.go.id, e-journal.dikti.go.id, dan lainnya) yang menyediakan layanan e-journal  atau bila masih bingung cara termudah adalah cari lewat search engine kesayangan anda. Perlu dicatat bahwa tidak semua artikel ini bisa didapatkan secara cuma-cuma (baca: gratis).
 
Dari apa yang saya tulis diatas bisa disimpulkan bahwa artikel dan jurnal ilmiah dalam hubungannya sebagai referensi tulisan ilmiah kedokteran sangatlah penting. Sedikit mengutip dari B. Beason dalam artikelnya Writing Scientific Article bahwa, “The use of good references throughout the paper gives the work credibility by demonstrating an awareness of previous works.” Sehingga menjadi tugas penulis untuk mencari referensi terbaik yang akan mendasari tulisan ilmiahnya.

Mari membaca jurnal

Arya

Wednesday, February 29, 2012

This is Our New Era: Road to SA 2013

Denpasar (29/02/2012) - Kali ini panitia SA 2012 mencoba untuk merilis format baru SA 2013 yang bertajuk Road to SA 2013: This is Our New Era. Format ini merupakan cita-cita SA sejak lama. Perubahan format ini dirilis saat penutupan SA 2012 (24/02/2012) oleh ketua panitia SA 2012. Perilisan ini merupakan hasil diskusi yang dilakukan oleh panitia dan pengurus KIH.

Format baru yang ada dalam SA 2013 yakni membagi LKTM untuk tingkat mahasiswa menjadi 2 divisi yakni tinjauan pustaka dan laporan penelitian. Selain itu pada LKTS yang mengikutsertakan siswa SMA se-derajat format penulisan dirubah dari hanya tinjauan pustaka menjadi sebuah gagasan kreatif yang bisa direalisasikan melalui berbagi metode (tinjauan pustaka, observasi, penelitian, wawancara, dan lainnya). Untuk lomba pendukung lainnya seperti debat, poster, dan esai akan diinformasikan menjelang pelaksanaan SA 2013. Untuk tema penulisan dan gambaran besar SA 2013 dapat dilihat di bagian Road to SA 2013 di scientificatmosphere.bemfkunud.com.

Format ini sebenarnya telah diaplikasikan di beberapa acara sejenis yang dilakukan oleh berbagai pihak lain baik pemerintah dan universitas lainnya. Tentunya hal ini membuat FK UNUD melalui KIH FK UNUD tidak ingin ketinggalan dalam perkembangan di dunia keilmiahan nasional kuhusunya di bidang kesehatan. Ini juga menunjukkan bahwa panitia berusaha untuk tetap mengembangkan kualitas acara ini.

Perilisan ini juga merupakan upaya yang dilakukan untuk mendukung berkembangnya penelitian sebagai salah satu aspek penting dalam dunia keilmiahan tanpa menganaktirikan tinjauan pustaka. Dalam kesempatan ini pula panitia ingin mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menyukseskan Scientific Atmosphere 2013 yang merupakan SA yang ke-6 sejak diadakan tahun 2008.

Jadi terus ikuti perkembangan even ini :

Blog            : scientificatmosphere.bemfkunud.com
Twitter        : @atmosphere2012

Monday, February 27, 2012

SA 2012 TOUR: Bukan Jalan-Jalan Biasa

Bali (25/02/2012) - Ada sebuah momen yang tidak boleh dilewatkan oleh peserta khususnya yang berasal dari luar Bali saat mengikuti kegiatan Scientific Atmosphere (SA) yakni SA Tour baik di dalam kota maupun luar kota. Tur kali ini dilaksanakan pada tanggal 25 februari 2012, sehari setelah dilaksanakannya penutupan SA 2012. Daerah yang dikunjungi saat tur ini sangat beragam antara lain monumen perjuangan bajra sandhi, hutan manggrove, pusat oleh-oleh, dan pantai kuta. Tur ini diikuti oleh 13 orang peserta serta beberapa panitia sebagai LO dan guidance.  Pada hari rabu sebelumnya (22/02/2012) juga dilaksanakan tur dengan rute yang berbeda yakni daerah Ubud untuk memfasilitasi beberapa peserta debat yang berasal dari luar Bali. 

Para peserta LKTM SA saat berada di hutan manggrove - Denpasar 
Tur ini merupakan sebuah fasilitas yang disediakan panitia untuk memfasilitasi keinginan peserta yang ingin merasakan suasana beberapa tempat wisata di Bali.  Peserta biasanya menggunakan momen tur ini  untuk sesi foto dan berbelanja.

Untuk mengikuti tur ini peserta cukup membayar biaya akomodasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh panitia. Pengelolaan kegiatan ini memang sengaja tidak diserahkan kepada pihak ketiga, tetapi langsung diambil alih oleh panitia sebagai media mengakrabkan diri dengan peserta. Jadi bukan hanya peserta yang menikmati tur ini tetapi juga panitia ikut mengambil kesempatan di dalamnya.
Panitia dan peserta debat dari bengkulu di puri ubud - Gianyar 

Dalam kesempatan ini panitia sangat berharap peserta mendapatkan pengalaman dan gambaran bagaimana Bali. Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meramaikan jalannya acara SA hingga akhir. 

Saturday, February 25, 2012

Penutupan SA 2012: Selamat Datang Era Baru

Denpasar (24/02/2012) - Scientific Atmosphere 2012 sudah sampai di puncak acara. Beberapa jam setelah berlangsungnya presentasi LKTM dan LKTS dilangsungkan acara penutupan SA 2012. Acara ini berlangsung di ruang teater widya sabha dengan mengundang gubernur, pimpinan kampus, lembaga mahasiswa, para juara, serta pihak yang ikut mensponsori acara ini.
Aksi panggung tim paduan suara BEM FK UNUD saat penutupan SA 2012
 Prosesi penutupan tahun ini digunakan oleh panitia sebagai momentum untuk merilis format baru Scientific Atmosphere 2013. Perilisan ini mengambil tajuk Road to Scientific Atmosphere 2013: This is Our New Era. Hal ini dipresentasikan oleh ketua Panitia SA 2012 sebagai langkah mengembangkan penelitian dan tinjauan pustaka di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan.

Pemukulan gong sebagai tanda berakhirnya SA 2012
Penutupan yang bertepatan dengan diadakannya Open House FK UNUD ini diawali dengan tarian dan paduan suara yang disumbangkan oleh mahasiswa FK UNUD. Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada seluruh pemenang lomba yang ada di SA 2012. Penutupan kali ini pun ditutup dengan sambutan hangat dari ketua kelompok ilmiah hippocrates, Angga Risky dan ketua BEM FK UNUD, Indra Suharta.


Serunya Suasana Kompetisi di SA 2012


Denpasar (24/02/2012) - Ada beberapa event yang dilaksanakan setelah dilakukannya upacara pembukaan yakni lomba debat (20-21 Februari 2012) dan presentasi LKTS & LKTM (24 Februari 2012). Pada lomba debat kali ini terdapat 25 tim yang bertanding. Lomba debat dibagi menjadi 2 hari yakni hari pertama untuk penyisihan dan hari kedua oktofinal hingga final. Berbeda dengan tahun lalu dimana babak penyisihan setiap tim hanya bertanding 2 kali, tahun ini setiap tim bertanding sebanyak 3 kali. Penyisihan berlangsung cukup ketat karena dalam penyisihan ini hanya dicari 8 tim dari 25 tim yang terdaftar. Tim yang lolos penyisihan adalah tim yang mengumpulkan victory point dan match poin terbanyak.


Pertandingan debat SA 2012

Hari kedua debat juga berjalan seru. Pertandingan diadakan di ruang sidang FK UNUD. Sesuai rencana dewan juri mengeluarkan mosi "kejutan" pada semi finalnya. Dari Pertandingan debat kali ini TIM C SMA Negeri 1 Denpasar keluar sebagai first winner dan gelar best speaker disandang oleh Mia I. dari  SMA Negeri 1 Kuta Selatan.

Presentasi peserta LKTS SA 2012
Tidak jauh beda dengan lomba debat, presentasi LKTM dan LKTS yang dilaksanakan pada hari jumat, 24 Februari 2012, berlangsung dengan suasana persaingan yang ketat. Presentasi LKTS dilaksanakan di ruang sidang FK UNUD diikuti oleh 9 tim. Piala Bergilir Gubernur Bali (Piala bergilir untuk LKTS) kali ini diterima oleh mutiara dewi, dkk yang membawakan presentasi berjudul "Pemanfaatan Laninamivir Oktanoat Dari Hasil Sintesis Senyawa 4H-Piran-4-On Pada Daun Sauropus androgynus Sebagai Inhibitor Neuraaminidase Terhadao Virus Flu Burung (HPAIV H5N1)". Sedangkan pada presentasi LKTM yang diadakan di ruang teater widya sabha usadha predikat juara I diterima oleh tim atas nama IGA Dwi Mahasurya dengan karya yang berjudul "Transplantasi Sel Punca Hemapoetik (HSCS) CD34+ Transgenik Via Transfeksi Viro-shRNA Berbasis Gen CCR5/CXCR4 sebagai Metode Terapi dan Vaksinasi Intraseluler Terhadap Infeksi HIV 1".
Presentasi peserta LKTM SA 2012

Menurut salah seorang dewan juri, karya tulis yang bagus adalah karya tulis yang tidak kehilangan benang merahnya dari permasalahan yang diangkat oleh penulisnya. Hal ini pula yang menjadikan pertimbangan bagi juri untuk memberikan penilaian.

 

Presented by

Sponsored by

Theme by Lasantha | Edited by AW